9 Jenis Reksadana yang Jarang Orang Ketahui, Tapi Menguntungkan

Reksadana bukan lagi barang baru dalam kamus investasi. Salah satu instrumen investasi favorit anak muda, termasuk kaum milenial.

Itu karena reksadana terbaik mampu menjawab kebutuhan dan keinginan mereka. Investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil.

Selain itu, menawarkan imbal hasl lebih tinggi daripada menabung di bank, risiko lebih terukur, serta bersifat likuid atau bisa dicairkan kapanpun.

Di sisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih nuansa January Effect. Lajunya perlahan terus mendaki. Saat ini, level IHSG berada dikisaran 6.300-an

Jenis-jenis Reksadana

Produk reksadana banyak jenis atau macamnya. Masing-masing memiliki keuntungan dan risiko. Berikut jenis jenis investasi reksadana yang perlu kamu ketahui, seperti dikutip dari Bahana TCW Investment Management

1. Reksadana Saham

Reksadana saham memiliki potensi imbal hasil paling tinggi di antara jenis reksadana lain. Dalam 10 tahun terakhir, reksadana saham membukukan imbalan 18% dalam setahun.

Manajer investasi menempatkan dana investor pada beberapa saham. Jangka waktu investasi di reksadana ini sebaiknya lebih dari 5 tahun.

Sangat pas buat kamu yang ingin mempersiapkan dana pensiun maupun biaya pendidikan anak. Tetapi kurang cocok, jika tujuan investasi untuk mengumpulkan uang muka atau DP rumah.

2. Reksadana Campuran

Reksadana yang berisi portofolio kombinasi antara saham dan obligasi. Reksadana campuran dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keuangan jangka menengah, lebih dari 3 tahun. Memiliki tingkat risiko di bawah reksadana saham. Pun dengan imbal hasilnya.

3. Reksadana Pasar Uang

Reksadana ini berisi dana tunai atau obligasi yang akan jatuh tempo. Imbal hasilnya sedikit di atas deposito.

Reksadana pasar uang merupakan yang paling aman di antara reksadana lainnya, karena risikonya paling rendah.

Cocok untuk keperluan investasi jangka pendek, kurang dari 1 tahun. Tetapi tidak pas untuk dana pensiun, sebab dana investasi tidak berkembang maksimal.

4. Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi adalah jenis reksadana yang akan memproteksi 100% pokok investasi investor pada saat jatuh tempo.

Umumnya berinvestasi pada instrumen surat utang (obligasi). Baik obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) maupun obligasi korporasi.

Reksadana ini memiliki jangka waktu investasi dan masa penawaran sehingga investor hanya dapat membeli reksadana terproteksi selama periode penawaran berlangsung.

5. Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT)

Adalah jenis reksadana yang menempatkan dana investasi pada sektor riil berupa proyek, seperti pembangunan infrastruktur. Minimal investasi RPDT sekitar Rp 5 miliar. RPDT maksimal hanya boleh dimiliki oleh 50 investor saja.

6. Reksadana Obligasi

Berisi surat utang korporasi maupun negara. Risikonya lebih rendah ketimbang reksadana saham dan reksadana campuran. Untuk keperluan dan rencana keuangan di bawah 3 tahun, reksadana obligasi merupakan instrumen yang paling cocok.

7. Reksadana Indeks

Reksadana indeks (Index Fund) merupakan reksadana dengan portofolio investasi mengacu pada indeks tertentu. Indeks tersebut juga dijadikan acuan kinerja reksadana indeks.

Misalnya saja, manajer investasi memilih indeks LQ45 yang berisi 45 saham-saham likuid di bursa, maka isi dari reksadana indeks tersebut merupakan tiruan dari saham-saham pada LQ45.

8. Reksadana Syariah

Pada reksadana syariah, instrumen dan mekanismenya tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Antara lain adalah tidak menempatkan dana investasi pada sektor industri yang mengandung riba seperti sektor perbankan atau industri penghasil minuman keras.

9. Exchange Traded Fund (ETF)

ETF berbentuk kontrak kolektif dan unit penyertaannya dicatat sekaligus diperdagangkan di bursa. Portofolio ETF adalah saham-saham yang menjadi anggota pada sebuah indeks.

Jika seorang investor membeli ETF misalnya LQ45, dia sudah memiliki 45 saham yang termasuk dalam daftar indeks LQ45 tersebut.

Sisihkan 20% dari Gaji untuk Investasi

Investasi reksadana pada produk tertentu, seperti reksadana pasar uang, reksadana saham, dan lainnya bisa di top up atau tambah saldo secara berkala. Supaya return maksimal.

Dengan begitu, kamu perlu menyisihkan uang setiap bulan dari gaji sebesar 20% untuk investasi. Kalau sudah terjun investasi, tentu saja harus komitmen dan disiplin.

Ini demi masa depan keuanganmu juga. Mumpung masih muda, kerja keras dibarengi dengan kerja cerdas, lewat investasi Indonesia agar tujuan keuanganmu dapat tercapai.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label